Senin, 24 Juni 2013

Makalah Komunikasi Pemasaran

MAKALAH
KOMUNIKASI PEMASARAN

Bauran Pemasaran point ke-3
Humas dan Publisitas
                                 








KELOMPOK 3 :
Ø  Jamiati KN (2010140046)
Ø  Juliana Nasution (2010140036)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ILMU KOMUNIKASI
2010-2011

KATA PENGANTAR
Alhamdulilah, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah diberikan, karena dengan rahmat-Nya pemakalah dapat menyelesaikan tugas ”Komunikasi Pemasaran ini dengan baik.
Tugas ini diajukan untuk melengkapi salah satu tugas yang harus dikerjakan untuk melengkapi nilai tugas semester ganjil dan tugas ini dibuat agar kita semua dapat mengerti dan memahami tentang ”Bauran Pemasaran khususnya dalam Humas dan Publisitas”
Terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu khususnya Ibu Dra. Aminah selaku dosen bidang studi ”Komunikasi Pemasaranatas bimbingan yang telah diberikan kepada pemakalah, Orang Tua yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil dan juga teman – teman yang tidak bisa pemakalah sebutkan satu persatu, sehingga pemakalah dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak agar tugas ini dapat sempurna di kemudian hari. Semoga tugas ini bermanfaat bagi para pembaca dan pendengarnya.


                                                                                             Jakarta,.... ......Juni  2012
                                                                                                          

                                                                                                     Pemakalah




BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang Masalah
Humas dan Publisitas merupakan salah satu yang harus diperhatikan dalam bauran pemasaran karena dengan ada nya humas da pblisitas suatu perusahaan dan dan produk atau merek dapat terjaga imagenya dikalangan konsumen. Hubungan masyarakat (Humas), senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni berupa perubahan yang positif. Dengan demikian, kunci sukses Humas adalah melalui komunikasi. Artinya, keberhasilan Humas untuk mencapai tujuannya bergantung kepada sejauh mana Humas itu dapat menjalin hubungan dengan masyarakatnya, baik khalayak internal maupun eksternal.
Publik Humas dalam suatu organisasi/perusahaan yang terdiri dari publik internal dan eksternal, mempunyai karakteristik yang berbeda. Artinya, seorang Humas profesional harus mempunyai keahlian komunikasi dalam menghadapi publik yang berbeda.
Misalnya, perusahaan consumer goods mempunyai publik internal (dalam hal ini karyawan) dan eksternal yang berbeda dengan perusahaan otomotif. Karakteristik, termasuk latar belakang pendidikan, sosial, dan budaya publik internal perusahaanconsumer goods berbeda dengan perusahaan otomotif. Kualifikasi masing-masing karyawan yang dibutuhkan pada kedua perusahaan tersebut pun tidak sama. Begitu pula dengan publik eksternal, katakanlah media. Perusahaan consumer goodsmempunyai hubungan dengan media yang berbeda dengan perusahaan otomotif. Kalaupun media-nya sama, maka (coba perhatikan dan kritisi) redaksi yang dituju berbeda. Bisa jadi, perusahaan consumer goods menghubungi redaksi Humaniora, sementara perusahaan otomatif-pada surat kabar nasional yang sama-menghubungi redaksi Otomotif.



1.2     Tujuan
a.       Untuk mengetahui apakah dalam komunikasi pemasaran membutuhkan yang namanya humas dan pulisitas
b.      Untuk memberitahukan kepada orang lain bahwa humas dan publisitas itu sangat mendukung pencitraan terhadap perusahaan ataupun image.
c.       Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah komunikasi pemasaran
1.3        Manfaat
Manfaat dalam penulisan makalah ini adalah menambahkan pengetahuan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua ataupun pembaca.
a.       Bagi Penulis
Hasil penulisan makalah ini sangat bermanfaat bagi penulis  dalam menambah wawasan keilmuan khususnya didalam bidang komunikasi pemasaran khususnya mengetahui hal hal penting dalam humas dan publisitas
b.      Bagi pihak lain
Hasil penulisan makalah ini bisa digunakan bagi teman-teman yang lain untuk bahan diskusi dan informasi dalam menambah wawasan teman-teman pembaca makalah ini.











BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Bauran Komunikasi Pemasaran
Beberapa ahli menjelaskan definisi tentang pemasaran salah satunya ialah menurut Phillip Kotler (1999), pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Menurut McCarthy (Marwan Asri: 1991) berpendapat bahwa pemasaran menyangkut perencanaan secara efesien penggunaan sumber-sumber dan pendistribusian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga tujuan kedua pihak produsen dan konsumen tercapai. Menurut Phillip dan Duncan (Lamb Hair: 2001) pemasaran adalah suatu kegiatan yang meliputi langkah-langkah yang diperlukan untuk menempatkan produk ke tangan konsumen. Dari definisi-definisi yang ada dapat diambil suatu kesimpulan bahwa:
Pemasaran dilakukan oleh individu-individu dan organisasi.
Tujuan pemasaran adalah memberi kemungkinan, memudahkan, dan mendorong adanya pertukaran.
Tujuan pertukaran adalah untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dilakukan oleh penjual dan pembeli.
Bauran pemasaran (marketing mix) adalah sebagai alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran. Dalam strategi pemasaran hendaknya perusahaan mempersiapkan perencanaan yang terperinci mengenai bauran pemasaran. Untuk mengetahui secara jelas menganai arti bauran pemasaran adalah perangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran.
Bauran promosi atau disebut juga dengan komunikasi pemasaran (marketing communications mix) menurut j.stantion mendefenisikan promostional mix sebagai kombinasi strategi yang paling baik dari variable-variabel periklanan, personal selling dan alat promosi yang lain yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan. Bauran promosi terdiri dari :
1.      Iklan adalah setiap bentuk yang mendapatkan imbalan dari presentase tidak langsung dan promosi ide-ide barang atau jasa oleh sponsor tertentu.
2.      Promosi penjualan atau sales promotions insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian maupun penjualan  suatu produk atau jasa.
3.      Humas atau publisitas merupakan variasi program yang dirancang untuk memperbaiki mempertahankan maupun melindungi citra perusahaan atau produk atau sering disebut dengan pr dan publicity.
4.      Penjualan personal atau tatap muka (personal selling) presentasi lisan dalam pembicaraan dengan salah satu atau lebih calon untuk tujuan melakukan penjualan.
Dalam kaitan dengan prinsip komunikasi yang efektif, hal-hal yang diperhatikan adalah:
1. jenis publik (khalayak) yang menjadi sasaran;
2. susunan pesan bagaimana yang paling tepat dan mudah dipahami;
3. saluran apa yang paling sesuai dengan sifat publik yang dituju. (Rachmadi, 1992:7).
2.3 Pengertian Humas dan Publisitas
Humas atau publisitas merupakan variasi program yang dirancang untuk memperbaiki mempertahankan maupun melindungi citra perusahaan atau produk atau sering disebut dengan pr dan publicity.
Hubungan masyarakat (Humas), senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni berupa perubahan yang positif. Dengan demikian,kunci sukses Humas adalah melalui komunikasi. Artinya, keberhasilan Humas untuk mencapai tujuannya bergantung kepada sejauh mana Humas itu dapat menjalin hubungan dengan masyarakatnya, baik khalayak internal maupun eksternal. Humas senantiasa mengemban misi untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijaksanaan, kegiatan dan tindakan organisasi/perusahaan. Pelayanan informasi tersebut hanya dapat dilaksanakan melalui komunikasi.
Melalui komunikasi pula, Humas dapat menyampaikan informasi, mendorong/memotivasi, mempersuasi, mempengaruhi, dan merubah sikap khalayak/publik. Demikian pula dalam tugas Humas untuk membina hubungan baik, saling pengertian, saling membutuhkan, dan saling mendukung adanya organisasi di satu pihak dengan keberadaan masyarakat di lain pihak.
Hubungan masyarakat (Humas) yang merupakan terjemahan bebas dari istilah public relations (PR) terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara organisasi yang bersangkutan dengan siapa saja yang berkepentingan dengannya. (Anggoro, 2001:1)
Humas merupakan suatu seni dan ilmu pengetahuan yang menerapkan program-program Humas secara terencana dan berkesinambungan. Humas suatu organisasi atau perusahaan berupaya melakukan hubungan yang baik dengan publik dan menjaga citra organisasi atau perusahaan. Di dalam melaksanakan programnya, Humas melakukan komunikasi yang persuasif dan efektif melalui media yang tepat.
Humas Internal memanfaatkan media berkala internal, program pelatihan dan acara-acara sosial untuk menyebarkan citra positif. Karena sebagian besar frontliner bekerja di lokasi yang jauh dari kantor pusat, proses humas mesti ditangani dengan cara persuasif, bukan melalui diktat. Para staf humas tidak mungkin bisa berada di semua tempat pada waktu yang sama atau mengikuti setiap orang untuk memastikan bahwa mereka mengatakan dan melakukan hal yang ‘benar’. Setelah sukses merumuskan visi-misi baru sekaligus memasyarakatkan logo baru Bank Danamon, Arwin Rasyid, presdirnya, meminta konsultan Ogilvy One Worldwide menggarap program komunikasi internal dan eksternal. Arwin, yang sadar vitalnya program ini, getol mendorong upaya ini, khususnya komunikasi internal yang diantaranya dilakukan melalui komik Danamon Kita dan magicub (kubus pengetahuan) yang berisi pertanyaan-pertanyaan menggugah, semacam “Dapatkah Anda mengubah cara berpikir seseorang sehingga mereka tertarik menggunakan jasa atau produk bank yang ditawarkan?” 
Biasanya, humas eksternal  atau disebut pers berkomunikasi melalui media massa. Koran dan majalah mendapatkan sebagian besar pemasukan dari pemasangan iklan, namun mereka merangsang minat pembaca dengan mengetengahkan artikel-artikel menarik tentang topik yang menyangkut kesenangan pembaca. Gambar di bawah ini menunjukkan kaitan antara publisitas, humas dan relasi pers. Humas mengisi keseluruhan peran stratejik, sedang publisitas (menciptakan berita) dan relasi pers (memastikan bahwa berita itu dicetak) mengisi posisi taktis.
Kerapkali manajer atau pelaku humas merupakan mantan wartawan yang memahami aktivitas apa yang layak berita atau tidak dan mampu menghasilkan siaran pers mengenai perusahaan yang nantinya pasti dipublikasikan. Tabel berikut menunjukkan kriteria pembuatan siaran pers agar bisa dimuat dalam media. 
Tujuan periklanan adalah penjualan melalui persuasi. Sedangkan tujuan Humas adalah penyajian berbagai informasi dan pendidikan atau penyuluhan untuk menciptakan saling pemahaman. Kegiatan terpadu Humas dan periklanan itu sering disebut sebagai “pendidikan pasar” (market education). (Anggoro, 2001:3)
Pengertian Publisitas
merupakan kegiatan menempatkan berita mengenai seseorang, organisasi atau perusahaan di media massa. Dengan kata lain, publisitas adalah upaya orang atau organisasi agar kegiatanya diberitakan media massa. Publisitas lebih menekankan pada proses komunikasi satu arah. Publisitas merupakan sebuah metode yang tidak dapat terkontrol, dalam penempatan pesan di media massa karena sumber tidak membayar media untuk memuat berita bersangkutan). Dengan demikian publisitas adalah informasi yang bukan berasal dari media massa atau bukan pencarian wartawan media massa itu sendiri namun media massa mengunakan informasi itu karena memiliki nilai berita. Media massa kerap melaporkan berita publisitas karena merupakan cara yang mudah dan ekonomis untuk mendapatkan berita dibanding harus mencari sendiri yang membutuhkan lebih banyak tenaga dan biaya. Menurut Lesly, Publisitas adalah penyebaran pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan lewat media tertentu untuk kepentingan tertentu dari organisasi dan perorangan tanpa pembayaran tertentu pada media. Biasanya, media bersedia mempublisitas suatu cerita apabila materinya dirasakan cukup menarik atau patut dijadikan berita. Dua  Fungsi Publisitas Karena media masa terus berkembang, maka publisitas juga ikut berkembang. Newsom, Truk, Kruckeberg (2004;215). Publisitas adalah berta-berita tentang seseorang, produk atau pelayanan yang muncul pada suatu ruang atau waktu yang media sediakan dalam bentuk berita, feature, atau kontek editorial atau program dalam dunia broadcast.
Menurut Swastha (1999), publisitas adalah "Sejumlah informasi tentang sasaran, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya atau tanpa pengawas dari sponsor". Publisitas merupakan pelengkap yang efektif bagi alat promosi yang lain seperti periklanan, personal selling, dan promosi penjualan. Biasanya, media bersedia mempublisitas suatu cerita apabila materinya dirasakan cukup menarik atau patut dijadikan berita.
Pendapat-pendapet tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa publisitas merupakan keterangan tentang suatu produk tertentu yang disebutkan dalam bentuk berita, hal mana merupakan keuntungan karena dalam pelaksanaannya tidak dibayar oleh sponsor, dengan demikian publisitas mempunyai potensi untuk mendorong penjualan.
Dari definisi di atas, bahwa media massa mau menerima sumbangan berita atau informasi serta artikel dan tulisan dari pihak luar, sepanjang tulisan tersebut memiliki nilai berita yang cukup tinggi untuk dapat dimuat. Dalam definisi tersebut tidak disebutkan akan adanya kewajiban untuk membayar atau membeli semacam ruang dan waktu tertentu seperti dalam iklan. Artinya, jika suatu organisasi/perusahaan, perorangan, bisa mengemas sebuah cerita atau artikel tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan organisasinya menjadi sebuah tulisan yang bernilai berita cukup tinggi maka media massa tidak akan ragu-ragu untuk memuatnya, tanpa dipungut biaya apapun.
Hal inilah yang menyebabkan Publisitas dikategorikan sebagai metode komunikasi massa yang tidak terkontrol, karena diliput tidaknya sebuah berita oleh media massa benar-benar tergantung dari layak muat tidaknya sebuah berita. Walaupun dibandingkan dengan iklan tampak bahwa publisitas kurang pasti sifatnya, namun dari aspek kredibilitas pesan publisitas biasanya dianggap memiliki nilai yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan adanya persepsi di masyarakat, bahwa iklan dianggap sebagai sebuah pesan yang persuasif serta penuh dengan bujuk rayu mengajak khalayak untuk membeli sebuah produk. Lain halnya jika sebuah cerita atau informasi muncul di media massa sebagai berita. Berita dipersepsi sebagai suatu kejadian yang faktual, yang benar terjadi, dan karenanya dianggap lebih jujur dan dapat dipercaya.
High Veracity, yaitu publisitas dianggap oleh pembacanya sebagai sesuatu yang benar sebab pemberitaannya tidak memihak atau dianggep netral, dalam majalah dan surat kabar maupun TV.
a) Off-guard, yaitu bahwa publisitas merupakan berita dalam surat kabar yang dibaca oleh setiap orang, sehingga mau tidak mau berita tentang perusahaan juga terbaca. Dalam hal ini berarti bahwa publisitas dapat sampai ke konsumen meskipun seolah-olah konsumen mempunyai penjaga, jika dianggap publisitas tersebut lolos dari penjaganya.
b) Dramatization, yaitu bahwa publisitas dapat menggambarkan keadaan produk perusahaan itu dengan jelas, misalnya dalam film, slide serta dapat didramatisir dalam bentuk cerita yang sedemikian rupa hingga produk dapat digambarkan dengan jelas.
Keuntungan Publisitas
a)      Publisitas dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca,
sebuah iklan.
b) Publisitas dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada   posisi lain yang mencolok.
c) Lebih dapat dipercaya, apabila sebuah surat kabar atau majalah
mempublisitas sebuah cerita sebagai berita, pembaca menggangap bahwa cerita tersebut merupakan berita dan berita umumnya lebih dipercaya daripada iklan.
d) Publisitas jauh lebih murah karena dilakukan secara bebas tanpa dipungut biaya.
Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa publisitas menawarkan beberapa keuntungan antara lain tidak ada pengeluaran biaya untuk berita yang disiarkan, walaupun dikatakan tidak ada pengeluaran biaya, namun pada kenyataanya bukan berarti 100% publisitas perusahaan tidak mengeluarkan biaya.
Terlebih lagi, publisitas juga unggul dari aspek ekonomi. Iklan dipungut biaya, sedangkan liputan media publisitas bebas biaya sehingga melalui publisitas organisasi , seseorang jelas lebih diuntungkan. Publisitas dianggap lebih kredibel daripada iklan dan karenanya disebut sebagai kegiatan komunikasi yang tidak bisa dikontrol, karena tergantung dari besar kecilnya nilai berita yang ada di sebuah kegiatan publikasi. Kegiatan publisitas di media massa tidak dikenakan biaya apapun.
B. Fungsi publisitas
Salah satu fungsi bulisitas yaitu: Sebagai kegiatan dalam dunia politik dikenal salah satunya adalah publisitas politik. Publisitas ini merupakan upaya mempopulerkan diri kandidat atau institusi partai yang akan bertarung dalam pemilu. Yang diberitakan/menginformasikannya mellalui mediamassa. 
§  Ada empat bentuk publisitas yang dikenal dalam khazanah komunikasi politik.
Pertama, dikenal sebagai pure publicity yakni mempopulerkan diri melalui aktivitas masyarakat dengan setting sosial yang natural atau apa adanya. Misalnya saja, bulan Ramadhan dan Idul Fitri merupakan siklus aktivitas tahunan sehingga menjadi realitas yang apa adanya. Kandidat/seseorang, organisasi bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memasarkan dirinya. Misalnya dengan mengucapkan “Selamat Menjalani Bulan Ramadhan” atau “Selamat hari Raya idul fitri” dengan embel-embel nama atau photo kandidat. Semakin banyak jenis bentuk pure publicity yang siarkan di media massa, maka akan semakin populer sesorang atau organisasi tersebut.
§  Kedua, free ride publicity yakni publisitas dengan cara memanfaatkan akses atau menunggangi pihak lain untuk turut mempopulerkan diri. Misalnya saja dengan tampil menjadi pembicara di sebuah forum yang diselenggarakan pihak lain, menjadi sponsor gerakan anti narkoba, turut berpartisipasi dalam pertandingan olahraga di sebuah daerah kantung pemilih dan lain-lain. 
§  Ketiga, tie-in publicity yakni dengan memanfaatkan extra ordinary news (kejadian sangat luat biasa). Misalnya saja peristiwa tsunami, gempa bumi atau banjir bandang. Kandidat dapat mencitrakan diri sebagai orang atau partai yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi sehingga imbasnya memperoleh simpati khalayak. Sebuah peristiwa luar biasa, dengan sendirinya memikat media untuk meliput. Sehingga partisipasi dalam peristiwa semacam itu, sangat menguntungkan kandidat. 
§  Keempat, paid publicity sebagai cara mempopulerkan diri lewat pembelian rubrik atau program di media massa. Misalnya, pemasangan advertorial, Iklan spot, iklan kolom, display atau pun juga blocking time program di media massa. Secara sederhananya dengan menyediakan anggaran khusus untuk belanja media.
Fungsi publisitas tidak lepas dari fungsi komunikasi massa. Sejumlah upaya mencoba mensistimasisasikan fungsi utama komunikasi massa, yang pada mulanya dimulai oleh Lasswell (1948) yang memberikan ringkasan/kesimpulan mengenai fungsi dasar komunikasi sebagai berikut: pengawasan lingkungan; pertalian (korelasi) bagian-bagian masyarakat dalam memberikan respon terhadap lingkungannya; transmisi warisan budaya.
§  Fungsi pengawasan sosial merujuk pada upaya penyebaran informasi dan interpretasi yang obyektif mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di dalam dan di luar lingkungan sosial dengan tujuan kontrol sosial agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
§  Fungsi korelasi sosial merujuk pada upaya pemberian interpretasi dan informasi yang menghubungkan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya atau antara satu pandangan dengan pandangan lainnya dengan tujuan mencapai konsensus.
§  Fungsi sosialisasi merujuk pada upaya pewarisan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi lainnya, atau dari satu kelompok ke kelompok lainnya.
2.4 Hal-hal Penting dalam Humas dan Pulisitas
Public Relation & Publicity (Hubungan Masyarakat & Publisitas), adalah "berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusa - haan atau masing2 produknya".
Keputusan Dalam Public Relation & Publicity diambil dengan memperhatikan hal hal berikut
Ø  Penetapan Tujuan2 Pemasaran
Ø  Memilih Pesan & Sasaran
Ø  Mengimplementasikan Suatu Perencanaan Public Relation Pemasaran
Ø  Mengevaluasi Hasil-Hasil Public Relation.
                 Sifat HUMAS  & Publicity.
Ø  Kredibilitas yang tinggi, artinya ceritera dan gambar mengenai beritanya lebih otentik dan dipercaya oleh pembaca dibandingkan dengan iklan.
Ø  Kemampuan menangkap pembeli yang tidak dibidik sebelumnya, artinya Humas dapat menjangkau anyak calon pembeli yg cenderung menghindari wiraniaga & iklan.
Ø  Dramatisasi, artinya humas memiliki kemampuan untuk mendramatisasi Suatu perusahaan atau produk.
      Humas mencakup hal-hal berikut ini:
Ø  Mengantisipasi, menganalisa, dan menerjemahkan pendapat publik, sikap, dan masalah yang mungkin berdampak baik ataupun buruk terhadap jalan serta rencana organisasi.
Ø  Memberi anjuran kepada manajemen pada semua jenjang di dalam organisasi, dengan memperhatikan keputusan kebijaksanaan, rangkaian tindakan, dan komunikasi, dengan memperhitungkan percabangan masyarakatnya dan tanggung jawab sosial, atau tanggung jawab kewarganegaraan.
Ø  Meneliti, melaksanakan, dan mengevaluasi program tindakan dan komunikasi secara berkelanjutan, agar masyarakat yang diberi informasi memperoleh pemahaman, sehingga tujuan organisasi tercapai. Program-program itu dapat mencakup pemasaran, keuangan, pengumpulan dana, hubungan dengan karyawan atau pemerintah, dan lainnya.
Ø  Membuat rencana dan menerapkan upaya organisasi untuk mempengaruhi atau mengubah kebijakan umum.
Ø  Menentukan sasaran, membuat rencana, membuat anggaran, menyaring dan melatih staf, mengembangkan fasilitas. Singkatnya, mengelola sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan semua yang disebutkan di atas.
Ø  Contoh pengetahuan yang diperlukan dalam praktek profesional Humas mencakup seni komunikasi, psikologi, psikologi sosial, sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi, dan prinsip-prinsip serta etika manajemen. Pengetahuan serta keterampilan teknis diperlukan untuk penelitian pendapat, analisis masalah masyarakat, hubungan media,direct mail, iklan kelembagaan, penerbitan, pembuatan film/video, peristiwa-peristiwa khusus, pidato, dan presentasi. (Cutlip, Center & Broom, 2005:5
Apa yang humas akan lakukan
Berikut ini adalah hal yang akan dilakukan  humas yang baik bagi perusahaannya:
§  Mampu membantu membangun citra positif.
§  Mampu menetralkan publisitas negatif.
§  Mampu meningkatkan motivasi para karyawan.
§  Mampu mendukung efektivitas iklan dan wiraniaga.
Berikut ini adalah contoh-contoh aktivitas humas yang menarik:
ü  Sebuah siaran pers menyatakan bahwa perusahaan sudah berhasil mengembangkan cara untuk mendaur ulang sampah dari TPA untuk dijadikan plastik.
ü   Perusahaan mensponsori acara olahraga atau acara amal besar (misalnya konser musik Peduli Aceh sponsor proyek bantuan bagi korban bencana tsunami).
ü  Sebuah pengumuman bahwa pimpinan perusahaan sudah meraih dukungan untuk menjalankan sebuah program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja secara masif.
ü  Body Shop meminta seluruh operasi waralabanya melakukan proyek yang bisa memberi benefit pada masyarakat sekitarnya. Hal ini ikut membangun citra korporat positif di mata masyarakat dan juga memberi kebanggaan tersendiri pada para karyawan bahwa mereka bekerja di perusahaan yang begitu peduli.
ü  McDonald’s meredam publisitas negatif dari kelompok pecinta lingkungan dengan menjalankan aktivitas patroli kebersihan di luar restauran.
Kesamaan contoh-contoh di atas adalah kelayakannya untuk dijadikan berita serta sisi-sisi menarik yang bisa digali darinya, kasus-kasus itu menempatkan perusahaan di posisi terhormat dan memicu orang-orang untuk membicarakan perusahaan secara positif.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Ø  Humas atau publisitas merupakan variasi program yang dirancang untuk memperbaiki mempertahankan maupun melindungi citra perusahaan atau produk atau sering disebut dengan pr dan publicity.
Ø  Public Relation & Publicity (Hubungan Masyarakat & Publisitas), adalah "berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusa - haan atau masing2 produknya".
Ø  Demikian pula dalam tugas Humas untuk membina hubungan baik, saling pengertian, saling membutuhkan, dan saling mendukung adanya organisasi di satu pihak dengan keberadaan masyarakat di lain pihak.
Ø  Publisitas (Publicity) adalah sejumlah informasi tentang seseorang,
barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui
media tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor.



DAFTAR PUSTAKA
Ø  Cutlip, Scott M., Allen H. Center, dan Glen M. Broom, 2005, Effective Public Relations, PT. Indeks.
Ø  Jefkins, Frank, 2004, Public Relations, 5th edition, Erlangga, Jakarta.
Ø  M. Linggar Anggoro, 2001, Teori & Profesi Kehumasan-Serta Aplikasinya di Indonesia, Bumi Aksara.
Ø  Rachmadi, F., 1992, Public Relations-dalam Teori dan Praktek, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ø  Theaker, Alison, 2001, The Public Relations Handbook, Routledge.
Ø  Yeshin, Tony, 1999, Integrated Marketing Communications 1999-2000, Butterworth-Heinemann, London.
Kamis, 14 Mei 2009 Update : 13:49:33 22/09/2010




Tidak ada komentar:

Posting Komentar