Senin, 24 Juni 2013

Makalah Komunikasi Islam (Media Dakwah)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Apabila kebanyakan orang menganggap kalau media dakwah itu bisa hanya dengan orang yang membaca alqur’an atau sejenis yang harus mengandung unsur  yang sangat islami sebenarnya salah karna sebenarnya media dakwah itu sangatlah banyak salah satunya tari tarian yaitu tarian saman yang berasal dari aceh khususnya didaerah gayo lues.
Masyarakat sekarang ini menganggap bahwa saman itu dimainkan oleh perempuan sedangkan dalam sejarah yang sebenarnya saman dimain kan oleh laki laki seperti yang telah diungkapkan dalam tujuh tarian yang masuk kedalam tarian dunia versi unesco. Dan sebenarnya saman mempunyai arti penting dalem media dakwah. Maka saya sebagai penulis tertarik ingin mengetahui seperti media dakwah melalui saman.
Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.
Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.
Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.
Tari saman memang sangat menarik. Pertunjukkan tari Saman tidak hanya populer di negeri kita sendiri, namun juga populer di mancanegara seperti di Australia dan Eropa. Baru-baru ini tari saman di pertunjukkan di Australia untuk memperingati bencana besar tsunami pada 26 Desember 2006 silam. Maka dari itu, kita harus bangga dengan kesenian yang kita miliki, dan melestarikannya agar tidak punah.
1.2    Tujuan
a.    Untuk mengetahui apakah tarian saman bisa dijadikan sebagai media dakwah
b.    Untuk memberitahukan kepada orang lain bahwa tari saman bisa dijadikan sebagai media dakwah
c.    Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah komunikasi islam
1.3     Manfaat
Manfaat dalam penulisan makalah ini adalah menambahkan pengetahuan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua ataupun pembaca.
a.    Bagi Penulis
Hasil penulisan makalah ini sangat bermanfaat bagi penulis  dalam menambah wawasan keilmuan khususnya didalam bidang meneliti tari saman sebagai media dakwah dan menyelesaikan tugas mata kuliah komunikasi islam.
b.    Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi teman teman yang mengadakan penelitian dengan topik yang sejenis dan dapat mengetahui saman yang bisa digunakan sebagai media dakwah.



BAB II
KAJIAN TEORI


2.1    Pengertian Tari atau Seni
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak  tubuh yang diperhalus melalui estetika. Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.
Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.
Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan......
Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.

2.2     Pengertian Saman
Seni Saman disebut juga Dzikir Maulud yaitu kesenian tradisional rakyat aceh khususnya di Kabupaten gayo lues yang menggunakan media gerak dan lagu (vokal) dan syair-syair yang dilantunkan mengagungkan Asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. berdasarkan literatur disebut Dzikir Saman karena berkaitan arti Saman yaitu Delapan dan dicetuskan pertama kali oleh Syech Saman dari Aceh. 

2.3     Pengertian Tarian Saman
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tari Saman adalah sebuah tarian suku gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.

2.4     Makna dan Fungsi Tari Saman
Makna dan Fungsi tari saman adalah  Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah. Berikut contoh sepenggal syair dalam tari S aman Reno tewa ni beras padi, manuk kedidi mulu menjadi rempulis bunge.Artinya:
Betapa indahnya padi di sawah dihembus angin yang lemah gemulai. Namun begitu, burung kedidi yang lebih dulu sebagai calon pengantin serta membawa nama yang harum. Namun dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.


2.5    Nyanyian yang ada pada Tari Saman ada 5 macam yaitu sebagai berikut :
1.    Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan
2.     Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
3.    Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4.     Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
5.     Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

2.6   Gerakan tari saman serta cara berpakaian tari saman
·         Gerakan Tari saman
Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian  saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis.
Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.
Penari Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.
Cara berpakaian dalam tari saman
Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:
Ø  Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
Ø  Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
Ø  Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.
2.7  Pengertian Media
Media merupan alat untuk memperlancar proses kamunikasi atau dalam buku yang berjudul studi ilmu komunikasi tahun 1983 oleh drs M.O Palapah dan Drs Atang Syamsudin menurut sifatnya media itu dibagi kedalam dua kategori :
a.    Media umum
media umum adalah media yang dapat dipergunakan oleh segala bentuk komunikasi baik komunikasi personal maupun komunikasi kelompok dan komunikasi massa
b.    Media massa
Media massa atau massa media adalah media yang khusus digunakan oleh komunikasi massa. Disebut media massa karna ia mempunyai karaktristik masal itu, media yang sudah disepakati oleh para sarjana ialah : pers, radio, fil, dan televise

2.8  Pengertian Dakwah
Pengertian dakwah sebagai “pembicaraan tentang islam” senada dengan pengertian “retorika dakwah” menurut Yusud Al-Qaradhawi (2004), yakni “berbicara soal ajaran islam”.
Untuk memberi pengertian dakwah secara terminologis, ada beberapa pendapat para ahli yang perlu dikemukakan di sini, diantaranya:
Menurut Syamsuri Siddiq (1982:8), dakwah adalah :
Segala usaha dan kegiatan yang disengaja dan berencana dalam wujud sikap, ucap dan perbuatan yang mengandung ajakan dan seruan, baik langsung atau tidak langsung di-tujukan kepada orang perorangan, masyarakat, maupun golongan supaya tergugah jiwanya, terpanggil hatinya kepada ajaran Islam untuk selanjutnya mempelajari dan menghayati serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari.
Sedangkan Endang Saifuddin Anshari memberikan definisi dakwah dalam arti sempit dan arti Luas :
Definisi dakwah secara sempit, dakwah berarti menyampaikan Islam kepada manusia secara lisan maupun tulisan, serta lukisan. Arti Dakwah secara luas adalah penyebaran penterjemahan, dan pelaksanaan Islam dalam peri kehidupan dan penghidupan manusia (termasuk di dalamnya politik, ekonomi, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesenian, kekeluargaan dan sebagainya. ( Endang Saifuddin Anshari, 1982:159)
Syeh Ali Mahpudz memberikan pengertian dakwah sebagai berikut:
Mendorong manusia agar memperbuat kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh mereka untuk berbuat kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan mungkar, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. (Shalahuddin Sanusi, 1964:10).
Menurut Jend. H. Sudirman dakwah ialah membangun ummat untuk mencapai keridlaan Allah SWT. hidup bahagia jasmani dan rohani di dunia dan di akhirat. (Masdar Helmy, 1986:3 )



BAB III
METODELOGI


3.1 Metodelogi penelitian
Yang menjadi variabel penelitian kami adalah variabel Kualitatif, karena judul penelitian kami adalah peran tarian saman sebagai media dakwah. Dan kami menggunakan variabel bebas. Dalam pelaksanaan penelitian, penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu cara untuk memecahkan masalah yang aktual dengan :
1.    Mengumpulkan,
2.    Menyusun,
3.    Menganalisis,
4.    Menginterpretasi data.

Metode deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menemukan peranan tarian saman sebagai media dakwah.

3.2 Teknik Penelitian
Teknik yang digunakan penulis dalam penelitian ini sebagai   berikut :
1.   Teknik Telaah Pustaka
Yaitu suatu usaha pendalaman masalah melalui penyelidikan bahan-bahan atau materi penunjang untuk keberhasilan penelitian melalui laporan-laporan ilmiah, buku-buku, majalah, koran, dan sebagainya. Melalui teknik ini diharapkan masalah yang dihadapi dapat diarahkan pada kemungkinan-kemungkinan pemikiran penyelidikan secara nyata. (Arikunto, 2002:106).



2.   Teknik Analisis
Data yang dikumpulkan selanjutnya diolah atau dianalisis untuk mendapat informasi. Langkah-langkah pengolahan data tersebut sebagai berikut :
1)    Melihat saman secara langsung tarian saman yang dimainkan.
2)    Menganalisis “tarian saman” berdasarkan media dakwah.
3)    Membuat kesimpulan mengenai peranan tarian “saman ” sebagai media dakwah.

3.3 Sumber Data Penelitian
Dalam penelitian ini, sumber data yang penulis gunakan adalah saman aceh yang sebenarnya dimainkan oleh laki laki yang ada di daerag gayo prov.aceh. melakukan wawancara dengan orang tua yang sudah memahami saman tersebut (pak mat ali : orang tua yang berasal dari gayo), (pak mahmudin : orang yang menyukai saman) pendapat responden terhadap saman.

3.4 Fokus Penelitian
1.    Mengetahui lebih jauh tentang peranan tarian saman sebagai media dakwah
2.    Mengetahui media seperti apa yang digunakan oleh penari saman tersebut
3.    Mengetahui bentuk dakwah yang digunakan oleh penari saman.

3.5 Inti Pertanyaan
1.    apakah anda mengenal tarian sama ?
2.    pernah kah anda melihat secara langsung saman ?
3.    menurut anda saman itu seperti apa sii ?
4.    menurut anda saman bisa dijadikan media dakwah ngga si ?
5.    kira kira bentuk dakwah seperti apa yang ada dalam saman    tersebut ?
6.    media seperti apa yang ada dalam tarian saman?
7.    apakah anda mengetahui tentang dakwah ?
8.    apakah ada kaitannya dakwah dengan tarian saman?

3.6 Hasil wawancara
dengan responden pertama
Tanya        :   maaf ya pak. Saya boleh minta waktunya sebentar pak ?
Jawab       :   oh ya boleh ada apa ya nak ( dengan muka yang heran)
Tanya        :   maaf ni pak buat kelengkapan data  pak nama bapak siapa ya pak ?
Jawab       :   panggil aja pak mat ali mmmmmm.
Tanya        :   begini pak nama saya jamiati pak saya mahasiswa muhammadyh jakrta pak saya berasal dari gayo aceh pak ?
Jawab       :   ohh dari aceh gayo bapak juga dari sana hehehe
Tanya        :   jd saya ada tugas dari kampus pak ?
Jawab       :   tugasnya tentang apa nii apa yang bisa bapak bantu ?
Tanya        :   bapak pasti tau dong tentang saman yang sering ditampilkan didaerah gayo pak ?
Jawab       :   ya jelas bapak tau lah nak
Tanya        :   menurut bapak saman itu apa sii pak ?
Jawab       :   hemmm….. saman kalo menurut bukan hanya sekedar memukul badan ya tapi ada maknanya saman itu berarte suatu tarian yang sangat baik dan bagus diperlihatkan kepada orang banyak….
Tanya        :   apakah bapak sering melihat pertunjukan saman didaerah Jakarta ini pak ?
Jawab       :   sering yang kemaren juga pas dibali peresmian saman sebagai warisan dunia versi unesco bapak melihatnya …… itu sangat bagus sekali yang pastinya ini bukan saman cewek ya tp saman yang dimainkan oleh laki laki….
Tanya        :   ohh trus menurut bapak ni saman itu bisa dijadikan media dakwah ngga sii ?
                      Kan bisa dibilang media itu adalah alat : nah adakah alat yang mendukung tarian saman yang dapat dikatakan itu sebgai media dakwah ?
Jawab       :   hemmm gimana ya sebenarnya sii banyak alat yang mendukung ya nak … salah satunya alat yang dipekai penari saman seperti : gelang, yang berwarna hijau atau warna merah sebagai warna islam. Trus ada lg seperti taleng alias topi yang dipakai pada saat saman, saman tersebut menurut  tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan. Begitu neng ….:)
Tanya        :   apakah ada kaitannya dakwah dengan tarian saman pak ?
Jawab       :   banyak sekali kaitannya ya salah satunya pada saat berseni selain alat alat yang mendukung nyanyian mereka juga mendukung dakwah dengan menggunakan bahasa arap ……….

Dengan respon ke-dua

Tanya        :   maaf ya pak. Saya boleh minta waktunya sebentar pak ?
Jawab       :   oh ya boleh ada apa ya nak ( dengan muka yang heran)
Tanya        :   saya jamiati paka mahasiswa umj pak saya boleh nanya nanya ngga ni pak ?
Jawab       :   ohh ya boleh ada apa nak ?.................... (menggaruk kepala)
Tanya        :   sebelumnya maaf pak saya boleh Tanya nama bapak siapa ya pak ?
Jawab       :   ohh nama bapak mahmudin .. panggil saja pak Mahmud
Tanya        :   ngomong ngomong bapak daerah asal mana ya pak ?
Jawab       :   bapak dari aceh tepatnya daerah takengon tapi sudah lama tinggal didaerah Jakarta ini sudah 8 tahun….
Tanya        :   saya ada tugas dari kampus pak ?
Jawab       :   tugasnya tentang apa  ?
Tanya        :   bapak pasti tau dong tentang saman yang sering ditampilkan didaerah       gayo  pak ?
Jawab       :   ya bapak tau …uuuuu
Tanya        :   menurut bapak saman itu apa sii pak ?
Jawab       :   hemmm….. Tari Saman adalah sebuah tarian suku gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tanya        :   apakah bapak sering melihat pertunjukan saman didaerah Jakarta ini pak ?
Jawab       :   sering itu sangat bagus sekali yang pastinya ini bukan saman cewek ya tp saman yang dimainkan oleh laki laki…. yang kemaren juga pas dibali peresmian saman sebagai warisan dunia versi unesco bapak melihatnya ……
Tanya        :   ohh trus menurut bapak ni saman itu bisa dijadikan media dakwah ngga sii ?
                      Kan bisa dibilang media itu adalah alat : nah adakah alat yang mendukung tarian saman yang dapat dikatakan itu sebgai media dakwah ?
Jawab       :   ya hhh banya k alat ya nak …… salah satunya itu alat yang dipakai dikepala dengan warna warna yang indah yang mempunyai makna yang bagus salah satu makna nya mencerminkan keindahan, kebersamaan, kekompakan….
Tanya        :   apakah ada kaitannya dakwah dengan tarian saman pak ?
Jawab       :   ada lahh …nak
Tanya        :   kaitannnya seperti apa ya pak bisa diceritakan ngga pak ?
Jawab       :   kaitannyya ya dilihat dari pesan pesan yang disampaikan dengan cara memuja muja rasullulah saw… katanya : berisikan salawat rasullah…

3.7 Pola Umum Wawancara

1.2

Ternyata saman itu lumayan banyak juga diketahui oleh masyarakat dan melihatnya juga disaksikan secara langsung olehh mereka yang menyukai saman….

1.2
Saman menururt mereka sangat bagus dan mempunyai banyak arti penting yang terkandung dalam tarian saman bukan hanya sekedar untuk hiburan belaka
1.2

Saman mmpunyai media yang sangat bagus dalam tarian tersebut banyak media yang ada dalam saman tersebut yang mempuyai arti penting  dan bermakna

1.2
Saman dengan media dakwah mempunyai hubungan yang sangat erat dan mempunyai kaitan yang sangat erat

3.8 Instrumen
Disini penulis menggunakan isnstrumen wawancara karena mengingat banyak hasil yang akan kami dapat dalam wawancara ini maka kami memutuskan menggunakan alat pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara ( non tes ).



BAB IV
PEMBAHASAN


4.1   Makna Tarian Saman
Mengapa tarian ini dinamakan tari Saman? Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.
Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu. Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah, lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.
Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar tercipta gerakan yang kompak dan harmonis. Betapa indahnya padi di sawah dihembus angin yang lemah gemulai. Namun begitu, burung kedidi yang lebih dulu sebagai calon pengantin serta membawa nama yang harum.
Makna dan Fungsi tari saman adalah  Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah. Berikut contoh sepenggal syair dalam tari S aman Reno tewa ni beras padi, manuk kedidi mulu menjadi rempulis bunge.

Artinya:
Betapa indahnya padi di sawah dihembus angin yang lemah gemulai. Namun begitu, burung kedidi yang lebih dulu sebagai calon pengantin serta membawa nama yang harum.

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian  saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.
Penari Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.

4.2   Pendapat Penulis dari Hasil Wawancara
Menurut penulis tarian saman merupakan tarian yang sangat indah dan bagus sebagai media dakwah karna banyak orang yang menyukai saman. sehingga bisa masuk kedalam 7 tarian dunia yang versi unesco.  Ternyata saman itu lumayan banyak juga diketahui oleh masyarakat dan melihatnya juga disaksikan secara langsung olehh mereka yang menyukai saman. Saman menururt mereka sangat bagus dan mempunyai banyak arti penting yang terkandung dalam tarian saman bukan hanya sekedar untuk hiburan belaka. Saman mmpunyai media yang sangat bagus dalam tarian tersebut banyak media yang ada dalam saman tersebut yang mempuyai arti penting  dan bermakna. Saman dengan media dakwah mempunyai hubungan yang sangat erat dan mempunyai kaitan yang sangat erat
BAB V
PENUTUP


5.1 Kesimpulan
Ternyata tarian saman merupakan tarian yang sangat fenomenal dikalangan masyarakat terbukti dari hasil wawncara atau komentar yang snagat positif dari kalangan masyrakat yang sudah pernah menyaksikan atau melihat tarian saman.
Menurut meraka
Menurut responden tarian saman itu mempunyai nilai nilai keislaman yang sangat banyak dibandingkan dengan tarian yang lain khususnya disini tarian saman yang dimainkan oleh laki laki yang berasal dari aceh didataran tinggi gayo lues
Masyrakat mengenal tarian saman dari berbagai media ada yang dari melihat langsung dan ada yang dari mulut ke mulut. Dalam tarian saman mempunyai media tersendiri yang ada dalam saman seperti alat alat yang dipakai oleh penari misalnya topi, gelang, baju, kain yang mempnyai makna yang benar benar indah.

5.2 Saran
Saya berharap peran tarian saman sebagai media dakwah banyak kalangan masyarakat yang mengetahui akana hal itu. Masyarakat tidak hanya memahami saman sebagai media dakwah namun saman tersebut mempunyai media yang sangat bagus. Masyarakat akan memahami tarian saman yang mempunyai arti yang indah.





DAFTAR PUSTAKA

Anwar Arifin, 1998, Ilmu komunikasi, Jakarta : Raja Grafindo Pesada

Onong Uchana Effendi, 1994, Ilmu Komunikasi dan Peraktek, Bandung : remaja Rosda Karya

Onong Uchana Effendi, 2004, Ilmu Komunikasi dan Praktek, Bandung : remaja Rosda Karya

Wiajaya H.A.W, 1997, komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Jakarta : Bumi Aksara

 2010, pengertian tarian saman. From :  http://afand.abatasa.com/post/detail/5341/pengertian-tari-seni-tari (diakses tanggal 15 oktober 2011)

2010, makna tarian saman, from :

(diakses tangga l15  oktober 2011)

(diakses tanggal 15  oktober 2011)

2011,  makna tarian saman, from : http://acehdalamsejarah.blogspot.com/2009/09/tari-saman-tari-tradisional-aceh.html (diakses tanggal 10 oktober 2011)Bottom of Form

2011, tarian saman , from : http://www.indonesia.travel/id/destination/494/bandaaceh/article/42/aceh-s-best-the-saman-dance


2011, fungsi tarian saman, from : http://dc342.4shared.com/doc/Oy-n1TWx/preview.html (diakses tanggal 12 oktober 2011)

Ensiklopedia, 2011, from : Error! Hyperlink reference not valid. http://www.kaskus.us/showthread.php?p=589819639 (diakses tanggal  07 Oktober, 2011)




























KOMUNIKASI ISLAM
Peran tarian saman
sebagai Media Dakwah
http://cdn.indonesia.travel/media/images/upload/article/Tari%20Saman%20%285%29.jpg

DISUSUN OLEH : JAMIATI KN
NPM                            : 2010140046


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl.KH.Ahmad Dahlan, Ciputat - Jakarta Selatan
Telp. 021-7401894,7492862
 


KATA PENGANTAR

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan rahmat dan hidayahnya lah makalah Komunikasi islam  ini dapat diselesaikan. Makalah komunikasi islam ini sebagian isinya adalah hasil dari diambil dari buku dan penjelasan yang diberikan oleh dosen yang di berikan oleh dosen mata kuliah “komunikasi islam” di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Karena pada prinsipnya makalah komunikasi islam ini berisikan tentang peran tarian saman yang dapat dijadikan sebagai bagian dari dakwah.
Pada kesempatan ini tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memebrikan saran dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga saat ini sudah dapat di manfaatkan oleh pembaca sebagai bahan pertimbangan . Kita juga minta memberikan saran dan kritikan dari semua pihak.

assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Jakarta, 15 Januari 2012


Pemakalah
i
 







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii

BAB I      :   PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang............................................................................... 1
1.2   Tujuan.............................................................................................. 2
1.3   Manfaat............................................................................................ 2

BAB II     :   KAJIAN TEORI
2.1   Pengertian Tari atau Seni............................................................ 4
2.2   Pengertian Saman........................................................................ 4
2.3   Pengertian Tarian Saman............................................................ 5
2.4   Makna dan Fungsi Tari Saman................................................... 5
2.5   Nyanyian yang ada pada Tari Saman ...................................... 6
2.6   Gerakan tari saman serta cara berpakaian tari saman............ 6
2.7   Pengertian Media ......................................................................... 8      
2.8   Pengertian Dakwah ..................................................................... 8

BAB III    :   METODELOGI
3.1   Metodelogi penelitian................................................................. 10
3.2   Teknik Penelitian ........................................................................ 10
3.3   Sumber Data Penelitian............................................................. 11
3.4   Fokus Penelitian......................................................................... 11
3.5   Inti Pertanyaan ............................................................................ 11
3.6   Hasil wawancara ........................................................................ 12
3.7   Pola Umum Wawancara............................................................ 15
3.8   Instrumen...................................................................................... 15




ii
 
 


BAB IV    :   PEMBAHASAN
4.1   Makna Tarian Saman................................................................. 16
4.2   Pendapat Penulis dari Hasil Wawancara............................... 18

BAB V     :   KESIMPULAN DAN SARAN
5.1   Kesimpulan ................................................................................. 19
5.2   Saran............................................................................................. 19

DAFTAR PUSTAKA














iii
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar