Sabtu, 22 Juni 2013

Sosiologi Komunikasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Belakangan ini Gangnam Style marak di indonesia yang diikuti oleh masyarakat, yang selalu ramai diberitakan oleh media massa. Dengan adanya pemberitaan yang begitu ramai pada media massa membuat gamnam style diminati oleh seluruh masyarakat bahkan anak kecil, remaja dan orang dewasapun mengikuti dan ikut berpartisifasi terhadap gamnam style tersebut. Gangnam Style atau disebut juga Gaya Gangnam adalah sebuah singel K-pop tahun 2012 yang dinyanyikan oleh Rapper Korea Selatan, Park Jae Sang, yang lebih dikenal dengan nama PSY.
Gangnam Style secara umum mendapat pujian oleh para kritikus karena ritme humornya yang catchy  mampu menarik perhatian massa, serta gerakan tari Psy yang tidak biasa seperti tarian yang lainnya yang telah memperkenalkan K-pop pada banyak orang di seluruh dunia. Lagu ini pertama kali dirilis pada tanggal 15 Juli 2012 dan langsung berada pada tangga lagu no 1 di Korea Selatan, Gaon Chart. Gangnam Style juga menjadi video K-pop yang paling banyak ditonton di Youtube.
Gangnam Style merupakan istilah yang digunakan oleh warga Korea Selatan untuk menggambarkan gaya hidup mewah yang berhubungan dengan Distrik Gangnam, sebuah kawasan yang makmur dan trendi di Seoul yang terkenal sebagai area elit tempat tinggal banyak artis papan atas, publik figur. 90 % dari 300-an klinik operasi plastik di Korea Selatan terdapat di distrik Gangnam ini. Video musik dari lagu ini menggambarkan Psy menari di berbagai lokasi di Gangnam. Lagu ini sendiri menceritakan tentang gaya lelaki Gangnam kaya raya yang disukai banyak wanita.  Lirik lagu ini ditulis oleh Psy, musik oleh Psy dan Yoo Gun-hyung, serta dikomposeri oleh Yoo Gun-hyung. Yoo Gun-Hyung sendiri adalah seorang produser terkenal di Korea Selatan dan juga pernah berkolaborasi dengan Psy di masa lalu.
Video musik untuk lagu ini menampilkan Psy sedang menari tarian gaya menunggang kuda  yang lucu dan muncul di lokasi yang tak terduga di sekitar Gangnam seperti di sesi yoga di luar ruangan dan di bak mandi air panas. Dengan video musik yang ditampilkan sangat menarik mampu menarik massa bahkan di Indonesia.









BAB II
KAJIAN TEORITIS
2.1 Pengertian Budaya Massa
Budaya massa adalah budaya popular yang dihasilkan industry produksi massa untuk dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan pada khalayak konsumen. Menurut Bennet dan Tumin, Kebudayaan Massa adalah “seperangkat ide bersama dan pola perilaku yang meminta garis sosio-ekonomi dan pengelompokan sub-kultural dalam suatu masyarakat yang kompleks”.
Menurut aliran Frankfurt, budaya populer adalah budaya massa yang dihasilkan industri budaya untuk stabilitas maupun kesinambungan kapitalisme. Kebudayaan popular berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu seperti mega bintang, kendaraan pribadi, fashion, model rumah, perawatan tubuh, dan sebagainya.
Dalam pembentukan budaya massa, komunikasi massa dan segala institusinya memiliki peranan yang sangat signifikan dan efektif dalam kaitannya untuk menajamkan opini dan mempengaruhi perilaku secara massal serta pembentukan homogenitas budaya dalam masyarakat.
Mursito mengatakan bahwa di hadapan khalayak, media massa memiliki kredibilitas yang tinggi. Masyarakat percaya bahwa apa yang dikemukakan media massa adalah realitas yang sepenuhnya berasal dari kebenaran fakta. Dengan perkataan lain, realitas media dianggap representasi fakta. Oleh karena itu media massa telah menjadi “ruang” bagi khalayak, sama kedudukannya dengan ruang kehidupannya sehari-hari[1].
Storey menekankan bahwa budaya populer muncul dari urbanisasi akibat revolusi industri, yang mengindentifikasi istilah umum dengan definisi “budaya massa”.
Katrakteristik Budaya Massa ( Burhan Bungin,2009: 77-78) yaitu :
1.      Nontradisional, yaitu umumnya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya populer.  
2.      Budaya massa juga bersifat merakyat, tersebar di basis massa sehingga tidak merucut di tingkat elite, namun apabila ada elite yang terlibat dalam proses ini makaitu bagian dari basis massa itu sendiri.
3.      Budaya massa juga memproduksi budaya massa seperti infotainment adalah produk pemberitaan yang diperuntukan kepada massa secara meluas. Semua orang dapat memanfaatkannya sebagai hiburan umum.
4.      Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya popular sebagai sumber budaya massa. Bahkan secara tegas dikatakan bahwa bukan popular kalau budaya massa artiya budaya tradisional daqpat menjadi budaya popular apabila menjadi budaya massa.
5.      Budaya massa, terutama yang diproduksi oleh media massa diproduksi dengan menggunakan biaya yang cukup besar, karena itu dana yang besar harus menghasilkan keuntungan untuk kontinuitas budaya massa itu sendiri.

2.2 TEORI CULTURAL STUDIES DAN POST MODERNISM.
      Stuart Hall, sebagaimana ditulis Mowlana (1989), telah mengkombinasikan studi-studi budaya dengan perspektif riset kritis mengatakan, komunikasi bukan sebagai produk yang secara eksplisit ditentukan oleh media. Komunikasi lebih merupakan variasi yang luas dari ekspresi-ekspresi budaya dan forum ritual kehidupan manusia sehari-hari seperti pendidikan, agama, komunikasi lisan dan bahkan olahraga. Fokus komunikasi adalah kebudayaan yang hidup, khususnya aspek-aspek yang bersumber dari budaya kelas pekerja. Pandangan ini berbeda dengan pendapat Adorno, Horkheimer dan Benya-min yang memusatkan perhatian pada komunikasi di kalangan kelas elit. Perspektif ini meletakkan kerangka bagi suatu interpretasi budaya mengenai peranan teknologi komunikasi dan sistem--sistem media yang berkembang tahun 1970-an. Hall memandang media massa merupakan instrumen yang penting dari kapitalis-me abad ke-20 yang berfungsi memelihara hegemoni ideologi. Media massa dianggap mampu menetapkan kerangka budaya massa. Tatkala membahas teori ini muncul juga suatu perspektif komunikasi yang lain yang bersumber dari pemikir radikal sosiologi dari Eropa seperti Jurgen Habermas dan Antonio Gramsci. Pendapat Habermas tentang teori Gerakan Komunikasi (theory of communication action) yang menjelaskan pendapat kelompok dalam suatu lingkungan sosial politik yang lebih luas. Habermas mendasarkan tesisnyapada apa yang disebutnya cognitive-instrumental-rationality yang melalui logos mengembangkan communication rationality (rasionalitas da-lam komunikasi).
      Habermas (1984) mengakui bahwa "gerakan komunikasi" sama dengan pengawasan sosial meskipun tidak sampai meng-ekslusifkan pengendalian masyarakat. Komunikasi atau kerja sama antara pengendali masyarakat dengan pengawasan sosial juga dapat disebut sebagai suatu gerakan komunikatif. Demkian pula halnya dengan komunikasi/kerja sama antarmedia massa, antara media massa dengan bidang politik, atau antara bidang politik dan bidang ekonomi sebagai gerakan komunikasi yang sama-sama bertujuan untuk mewujudkan pendapat yang serasi tentang berbagai kepentingan bersama/kepentingan umum.
      Selanjutnya Gramsci berusaha membuat sintesa antara idealisme Hegel dengan materialisme Marx. Filsafat praxis dari Gramsci meletakkan kekuasaan/ dominasi kapitalis tidak hanya pada dimensi material atas alat-alat ekonomi dan hubungan produksi, tetapi juga dalam hegemoni ideologis yang menghancurkan kesadaran kolektif untuk segera beralih kepada kesadar-an kelas. Menurut dia hegemoni ideologis digunakan oleh ke-las penguasa melalui lembaga-lembaga seperti pendidikan, aga-ma, keluarga dan organisasi industri untuk melegitimasi ke- kuasaannya.
      Sementara itu, muncul pula pemikiran postmodernisme yang berpusat pada proses evaluasi atas keterbatasan paham eksistensialisme. Juga sebagai reaksi kecewa terhadap fenomenologi strukturalis dari teori kritis, reaksi terhadapembatasan kualitatif secara objektif atas empirisisme.
      Postmodernism dan poststructuralist menyerang otoritas akal. Mereka tidak mengkritik rasionalitas dunia alamiah dan kesulitan-kesulitan metodologis untuk menaklukkannya tetapi malah mempertanyakan konsep self sebagai hal yang hidup. Percakap-an mereka berputar sekitar konsep tentang becoming (menjadi).
      Mereka tidak membicarakan struktur-struktur seperti hukum-hukum, pola-pola, tetapi mengenai kekuatan-kekuatan historis yang praktis yang akan menjatuhkan atau menentang struktur. Tulisan-tulisan dari postmodernism didasarkan pada dunia eso-teric dari filsafat, bahasa dan kesusastraan. Aliran pemikiran . ini baru diterima oleh ilmuwan sosial Barat pada tahun 1980-an ketika pikiran-pikirannyamulai menawarkan penjelasan yang mengandung kemungkinan bagi tidak konvensionalnya isu-isu dan kejadian-kejadian komunikasi kontemporer.
      Ringkasan falsafah postmodernisme terhadap komunikasi dan budaya dibentuk sebagai tanggapan terhadap krisis yang terjadi dalam kaum New Left dari Marxist yang berpikir tentang penggambaran dan pengukuhan serta penumbuhan/perluasan iden-titas kelompok. Ada yang mengatakan paham tradisional yang mengklaim bahwa budaya politik sebagai lawan dari postmo-dernism padahal salah satu premis postmodernism sebenarnya me-nolak modernisasi sebagai sesuatu yang status quo.











BAB III
STUDY KASUS
Saat "Gangnam Style" dirilis pertama kali pada tanggal 15 Juli 2012, lagu ini hanya diketahui oleh para penggemar K-pop. Namun, para penggemar K-pop kemudian mulai berbagi dan saling menyebarkan di situs jejaring sosial seperti Facebook Twitter dan youtube. Tidak lama kemudian, pengguna internet di luar komunitas K-Pop mulai mengetahui lagu ini. Bahkan, selebritis-selebritis internasional juga ikut-ikutan "ngetweet" tentang Gamnam style.
Saat gangam style menjadi tangga lagu pertama  hal ini membuat gangnam style selalu ramai diberitakan oleh media massa dan diikuti oleh masyarakat. Sehingga, menjadi budaya populer. Hal ini terlihat bahkan di masyarakat indonesia yang telah banyak mengikuti gaya dan gerakan gangnam style. Karena gaya yang ditampilkan sangat menarik.
Maraknya gangnam style bukan hanya di korea tapi keseluruh dunia salah satunya masuk ke indonesia. Dengan adanya gangnam style akhirnya diikuti oleh kalangan anak muda indonesia yang meereka maenkan di Bundaran HI. Dan media massa juga selalu menampilkan mulai dari ditampilkan di acara acara musik seperti Dahsyat, inbox sebelum acara mulai pertama sekali disuguhi dengan gangnam style.






BAB IV
ANALISIS
4.1 Pengaruh di media sosial
Faktor penting lainnya yang membuat lagu ini begitu populer adalah adanya respon di jejaring sosial dari para selebritis-selebritis dunia yang pada akhirnya juga turut mendapat perhatian dari para penggemar selebritis tersebut. Sebagai contoh, pada tanggal 16 Agustus 2012, Nelly Furtado membawakan lagu ini dalam konsernya di Smart Araneta Coliseum di Manila, Filipina.[37]
Dalam acara talk show Chelsea Lately, aktris dan komedian Chelsea Handler berkata pada penonton bahwa dia sedang mencari seorang pria beruntung yang akan dinikahi. Handler menyebut Psy sebagai "musisi, penari, dan simbol seks yang telah menarik minat saya". Dia juga membandingkan Psy dengan penyanyi Latin Ricky Martin dan mengatakan bahwa ia baru mengetahui "Gangnam Style" setelah 43 juta orang menontonnya di Youtube. Tak lama setelah itu, ia berseru "Oppa Gangnam Style!" dan program berakhir dengan tarian "Gangnam Style" yang dibawakan oleh 6 penari backstage.
Artis terkenal lainnya yang juga pernah menuliskan kicauan (tweet) mengenai "Gangnam Style" ini antara lain: penyanyi Inggris Robbie Williams, aktor Simon Pegg, rapper T-Pain, dan Josh Groban.[38][39] Sedangkan Britney Spears menyatakan ketertarikannya pada koreografi "Gangnam Style". Spears mengetweet: "saya CINTA video ini - sangat lucu! Saya mungkin harus mempelajari koreografinya. Adakah yang mau mengajari saya?"[40]
Setelah dirilisnya "Gangnam Style", manajer bakat Amerika, Scooter Braun, orang yang menemukan Justin Bieber di Youtube, menulis di Twitter: "Bagaimana bisa saya tidak mengontrak orang ini (Psy)".[41] Tak lama kemudian, dilaporkan bahwa Psy sedang dalam perjalanan ke Los Angeles untuk bertemu dengan perwakilan dari Justin Bieber dalam rangka mencari peluang untuk bekerjasama.[42][1]
Aktris dan penyanyi Amerika Serikat, Vanessa Hudgens, juga memposting video "Gangnam Style" di situs resminya dan menulis: "Saya sangat terobsesi. GANGNAM STYLE!" [43] Penyanyi Katy Perry juga menulis tweet di Twitter: "Tolong! Saya berada di Gangnam-style K-hole."










BAB V
ANALISIS
“Gangnam Style” adalah lagu K-pop menjadikan Korea Selatan sebagai pusat hiburan dunia. Dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Korea Selatan untuk meraup keuntungan dari lagu tersebut. Alexis Martinez bergabung dalam sebuah kelompok tur yang belajar cara menari seperti PSY dalam video “Gangnam Style”.  Mengiangat Lagu “Gangnam Style”merupakan salah satu video yang paling bayak ditonton di internet. Lagu ini bahkan menempati urutan teratas di berbagai tangga lagu Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Lagu tersebut bercerita tentang satu daerah di Sungai Han, bagian selatan Seoul, yang terkenal dengan klub malam yang trendi dan gaya busana serta gaya hidup glamor.Hanya segelintir orang yang menduga kalau PSY bakal menjadi fenomenal. Salah satunya adalah Je Song-won, Ketua Organisasi Pariwisata Korea Hallyu atau divisi Korean Wave. Bisa jadi “Gangnam Style”  adalah ekspor budaya Korea Selatan yang paling sukses. Dengan adanya lagu ini yang tergolong popular pemerintah korea berharap dengan populernya lagu ini bisa  mendatangkan lebih banyak lagi turis asing yang datang kekorea khususnya tempat-tempat yang menjadi background video klip lagu ini dengan begitu maka lebih banyak uang yang masuk dinegara Indonesia.
Menurut survey Los Angeles dan 70 persen responden mengatakan mereka ingin berkunjung ke Korea setelah melihat video itu.” Selain meraih keuntungan bagi keuangan Negara tersebut, lagu ini juga berdampak besar bagi para penjual yang berada ditempat-tempat wisata korea mengatakan jumlah pembeli asing semakin meningkat itu berarti banyak turis yang datang dan membeli barang-barang yang mereka jual.
Setelah membumingnya lagu ini, Korea Selatan dapat menghadirkan 10 juta wisatawan di nEgara mereka. Ini berdasarkan survey Organisasi Pariwisata Korea.
Selain itu Ketua Divisi Korean Wave Je Sang-won mengatakan, ada rencana untuk menggunakan lagu K-pop ini untuk menarik lebih banyak lagi turis asing.
 “Artikel ini sebelumnya disiarkan di program Asia Calling KBR68H. Simak berita lainnya di www.asiacalling.org”




[1](Jurnal Komunikasi Massa, Vol. 1, No. 1, Januari 2008, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta).

3 komentar:

  1. Assalamu'alaikum, blogwalking, baca2, cari inspirasi dan salam kenal ^_^
    sekalian juga mau ngasih tau kalo di Toko Busana Muslimah Online banyak banget Jilbab Modern, Cantik Murah, Kerudung, Hijab, Bergo, Abaya, Turban, Shawl, Gamis, Mukena, Sejadah, Selendang, Aksesoris, DLL

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum ka....
    Boleh minta info daftar pustakanya ga ka?
    Buat tugas aku juga nih, analisisnya pas. :(
    Minta tolong ya kakak....
    Terima Kasih. :)

    BalasHapus