Senin, 24 Juni 2013

Proposal Metode Penelitian Sosial

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Jumlah anak jalanan saat ini semakin lama semakin bertambah meningkat sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “ Respon Pemerintah terhadap anak jalanan” dan juga karena kehidupan anak jalanan dijakarta khususnya sa’at ini kurang diperhatikan oleh pemerintah, pemerintah tidak menyadari anak jalanan juga generasi penerus harapan bangsa yang seharusnya mempunyai pendidikan selama 9 tahun. Sekarang ini bagaimana enisiatif pemerintah untuk memelihara anak jalanan demi kesejahteraan hidupnya dan demi kemajuan bangsa. Masalah anak jalanan ini sesungguhnya terbagi kepada dua bagian karena anak  jalanan itu sebenarnya ada yang masih punya dukungan dari orang tua terus ada juga yang memang kehidupan dari kecilnya sudah dilapangan ataupun pisah dari keluarga.
Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak. Di tengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan dan anak-anak yang ada di jalanan. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu anak-anak dari keluarga yang ada di jalanan.
Pengertian untuk kategori pertama adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin. Kategori kedua adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya. Kategori ketiga adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.
Anak jalanan adalah seseorang yang masih belum dewasa (secara fisik danphsykis) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan denganmelakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankanhidupnya yang terkadang mendapat tekanan fisik atau mental darilingkunganya. Umumnya mereka berasal dari keluarga yang ekonominya lemah.Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrabdengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehinggamemberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. Kasus-kasus kekerasan (fisik, psykologis, maupun seksual) yang dialami olehanak jalanan hingga terungkap ke publik hanyalah sebuah fenomena gunung es´dari kasus-kasus kekerasan yang sebenarnya sering terjadi di dalam kehidupananak-anak jalanan. Oleh karena itu, tidaklah terlalu berlebihan bila dikatakanbahwa anak jalanan senantiasa berada dalam situasi yang mengancamperkembangan fisik, mental dan sosial bahkan nyawa mereka. Di dalam situasikekerasan yang dihadapi secara terus-menerus dalam perjalanan hidupnya, makapelajaran itulah yang melekat dalam diri anak jalanan dan membentuk kepribadianmereka. Ketika mereka dewasa, besar kemungkinan mereka akan menjadi salah satupelaku kekerasan. Tanpa adanya upaya apapun, maka kita telah berperan sertamenjadikan anak-anak sebagai korban tak berkesudahan. Menghapus stigmatisasidi atas menjadi sangat penting. Sebenarnya  anak-anak jalanan hanyalah korbandari konflik keluarga, komunitas jalanan, dan korban kebijakan ekonomipermerintah yang tidak becus mengurus rakyat. Untuk itu kampanye perlindunganterhadap anak jalanan perlu dilakukan secara terus menerus setidaknya untuk mendorong pihak-pihak di luar anak jalanan agar menghentikan aksi-aksikekerasan terhadap anak jalanan
Keadaan kota mengundang maraknya anak jalanan. Kota yang padat penduduknya dan banyak keluarga bermasalah membuat anak yang kurang gizi, kurang perhatian, kurang pendidikan, kurang kasih sayang dan kehangatan jiwa, serta kehilangan hak untuk bermain, bergembira, bermasyarakat, dan hidup merdeka, atau bahkan mengakibatkan anak-anak dianiaya batin, fisik, dan seksual oleh keluarga, teman, orang lain lebih dewasa. Di antara anak-anak jalanan, sebagian ada yang sering berpindah antar kota. Mereka tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.
Seorang anak yang terhempas dari keluarganya, lantas menjadi anak jalanan disebabkan oleh banyak hal. Penganiayaan kepada anak merupakan penyebab utama anak menjadi anak jalanan. Penganiayaan itu meliputi mental dan fisik mereka. Lain daripada itu, pada umumnya anak jalanan berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah.

Fenomena sosial anak jalanan terutama terlihat nyata di kota-kota besar terutama setelah dipicu krisis ekonomi di Indonesia sejak lima tahun terakhir. Departemen Sosial tahun 1998 di 12 kota besar melaporkan bahwa jumlah anak jalanan sebanyak 39.861 orang dan sekitar 48% merupakan anak-anak yang baru turun ke jalan sejak tahun 1998. Secara nasional diperkirakan terdapat sebanyak 60.000 sampai 75.000 anak jalanan. Depsos mencatat bahwa 60% anak jalanan telah putus sekolah (drop out) dan 80% masih ada hubungan dengan keluarganya, serta sebanyak 18% adalah anak jalanan perempuan yang beresiko tinggi terhadap kekerasan seksual, perkosaan, kehamilan di luar nikah dan terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) serta HIV/AIDS.
Umumnya anak jalanan hampir tidak mempunyai akses terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan perlindungan. Keberadaan mereka cenderung ditolak oleh masyarakat dan sering mengalami penggarukan (sweeping) oleh pemerintah kota setempat.
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mengidentifikasikan masalah tersebut, sebagai berikut :
1.      Apakah yang sudah dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan untuk kesejahteraannya?
2.      Apakah pemerintah menyadari bahwa anak jalanan juga generasi harapan bangsa?
3.      Apakah sudah ada yang dilakukan untuk anak jalanan agar tidak putus sekolah?
4.      Apakah anak jalanana tersebut mempunyai motivasi untuk bersekolah?
5.      Berapa persen peningkatan anak jalanan setiap tahunnya?
6.      Mekanisme seperti apa yang digunakan pemerintah untuk menanggulangi masalah ini?
C.     Perumusan Masalah
Dengan memperhatikan identifikasi masalah diatas, maka dapat dirumuskan suatu masalah, sebagai berikut : MEKANISME SEPERTI APA YANG  DILAKUKAN PEMERINTAH TERHADAP ANAK JALANAN YANG PUTUS SEKOLAH




D.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
   Adapun tujuan yang ingin dicapai serta kegunaan dari penulisan peroposal ini adalah sebagai berikut :
1.                  Tujuan penelitian
a.     Untuk mengetahui apakah pemerintah pemerintah ada keinginan untuk     mengubah nasib anak bangsa ini.
2.               Untuk mengetahui mekanisme seperti apa yang sudah dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan tersebut
Kegunaan penelitian ini adalah :
a.    Bagi pemerintah
Hasil penelitian sebagai bahan masukan bagi pemerintah yang diharapkan dapat digunakan untuk pertimbangan dan membantu memecahkan serta mengantisipasi masalah bagi anak jalanan
b.      Bagi penulis.
Hasil penelitian sangat bermanfaat bagi penulis dalam menambah wawasan keilmuan khususnya dibidang membuat proposal dan menyelesaikan tugas metode penelitian sosial.
c.       Bagi pihak lain.
Hasil penelitian sebagai bahan informasi bagi teman-teman yang sedang mengadakan penelitian dengan topik yang sejenis dan dapat mengetahui mekanisme seperti apa yang dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan.
E.     Sistematika Penulisan
            Secara sistemik, teknik penulisan dibagi dalam beberapa bab untuk mempermudah dan memperjelas hal-hal yang akan menjadi permasalahan. Untuk itu penulis membagi skripsi ini dalam 9 bab yang antara lain :

BAB I   : PENDAHULUAN
BAB II             : TINJAUAN PUSTAKA
BAB III            : FOKUS PENELITIAN
BAB IV : PENGAMBILAN SAMPLE
                       BAB V : VARIABEL
                       BAB VI : INSTRUMEN
                       BAB VII : PENGAMBILAN DATA
                      BAB VIII : PENGOLAHAN DATA
BAB  IX           : KESIMPULAN

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1.      Pengertian Anak Jalanan
Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak. Di tengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan dan anak-anak yang ada di jalanan. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu anak-anak dari keluarga yang ada di jalanan.
            Pengertian untuk kategori pertama adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin. Kategori kedua adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya. Kategori ketiga adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.
      Anak jalanan adalah seseorang yang masih belum dewasa (secara fisik danphsykis) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan denganmelakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankanhidupnya yang terkadang mendapat tekanan fisik atau mental darilingkunganya. Umumnya mereka berasal dari keluarga yang ekonominya lemah.Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrabdengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehinggamemberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. Kasus-kasus kekerasan (fisik, psykologis, maupun seksual) yang dialami olehanak jalanan hingga terungkap ke publik hanyalah sebuah fenomena gunung es´dari kasus-kasus kekerasan yang sebenarnya sering terjadi di dalam kehidupananak-anak jalanan. Oleh karena itu, tidaklah terlalu berlebihan bila dikatakanbahwa anak jalanan senantiasa berada dalam situasi yang mengancamperkembangan fisik, mental dan sosial bahkan nyawa mereka. Di dalam situasikekerasan yang dihadapi secara terus-menerus dalam perjalanan hidupnya, makapelajaran itulah yang melekat dalam diri anak jalanan dan membentuk kepribadianmereka. Ketika mereka dewasa, besar kemungkinan mereka akan menjadi salah satupelaku kekerasan. Tanpa adanya upaya apapun, maka kita telah berperan sertamenjadikan anak-anak sebagai korban tak berkesudahan. Menghapus stigmatisasidi atas menjadi sangat penting. Sebenarnya  anak-anak jalanan hanyalah korbandari konflik keluarga, komunitas jalanan, dan korban kebijakan ekonomipermerintah yang tidak becus mengurus rakyat. Untuk itu kampanye perlindunganterhadap anak jalanan perlu dilakukan secara terus menerus setidaknya untuk mendorong pihak-pihak di luar anak jalanan agar menghentikan aksi-aksikekerasan terhadap anak jalanan.
2.      Pengertian Pemerintah
Pemerintah atau goverment secara etimologis berasal dari kata yunani kubeernan atau nahkoda kapal,,,,,,artinya  menatap kedepan, nenentukan berbagai kebijakan yang diselenggaakan untuk mencapai  tujuan masyarakat  negara, memperkirakan arah perkembangan masyarakat pada masa yang akan datang,,, dan mempersiapkan langkah-langkah kebijakan untuk menyongsong perkembanan masyarakat, serta mengelola dan mengarahkan masyarakat ketujuan yang ditetapkan . sementara, yang dimaksud dengan pemerintahan adalah menyangkut tugas dan kewenangan, sedangkan pemerintah adalah aparat.





BAB III
FOKUS PENELITIAN
1.      Mendiskripsikan mekanisme yang dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan yang putus sekolah.
2.      Mengetahuai kebijakan pemerintah terhadap anak jalanan yang putus sekolah
3.      Mengidentifikasikan reaksi pemerintah terhadap anak jalanan yang putus sekolah.
4.      Mendiskripsikan keinginan anak jalanan untuk mendapatkan pendidikan.
5.      Mengetahui kegiatan anak jalanan untuk mendapat kesejahteraan mereka sendiri.
PERTANYAAN INTI
1.      Bagaimana mekanisme yang dilakukan pemrintah terhadap anak jalanan yang putus sekolah?
2.      Apakah mekanisme yang dilakukan pemerintah tersebut sudah dilakukan sudah berjalan dengan baik atau bahkan bertambah buruk?
3.      Bagaimana tanggapan anak jalanan terhadap mekanisme yang dilakukan pemerintah tersebut?
4.      Kebijakan seperti apa yang dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan tersebut?
5.      Apakah kebijakan pemerintah tersebut sudah dikategorikan kebijakan yang baik atau buruk?
6.      Berapa % anak jalanan benar-benar berniat menginginkan pendidikan yang layak?
7.      Berapa % anak jalanan yang sudah mendapatkan pendidikan?
8.      Berapa % anak jalanan yang belum mendapatkan pendidikan?
9.      Berapa % anak jalanan yang berhasil melanjutkan pendidikan?
10.  Apakah lebih banyak anak jalanan yang berkeluarga atau yang tidak punya keluarga?
11.  Apakah sering anak jalanan mengelurkan keluhannya kepada pemerintah?
BAB IV
PENGAMBILAN SAMPLE
Dengan memperhatikan apa yang akan penulis teliti maka penulis menentukan pengambilan samplenya dengan menggunakan sample non random yaitu dengan menggunakan convidense (asidental) karena kami disini mengambil sample yang sedapatnya. Kami disini meneliti tentang anak jalanan dan pemerintah yang menjadi fokus penelitian kami maka kami disaat berjumpa dengan sample yang kami tuju kami tidak merencanakan terlebih dahulu harus menemui orang yang dituju pada saat awal.
BAB V
VARIABEL
Yang menjadi variable penelitian kami adalah variabel Kualitatif, karena judul penelitian kami adalah Mekanisme Pemerintah Terhadap Anak Jalanan Yang Putus Sekolah, dan yang menjadi objek penelitian kami adalah ada 2 responden yaitu Pemerintah bagian Sosial yang melakukan pengawasan dan yang kedua adalah anak jalanan dalam hal ini adalah yang menjadi responden ke dua kami yang sebagai orang yang di awasi oleh pemerintah. Dan kami menggunakan variabel bebas.
BAB VI
INSTRUMENT
Disini penulis menggunakan isnstrumen wawancara karena mengingat banyak hasil yang akan kami dapat dalam wawancara ini maka kami memutus kan menggunakan alat pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara ( non tes ).

BAB VII
 PENGAMBILAN DATA KUALITATIF HASIL WAWANCARA
MEMBUAT POLA UMUM
Wawancara jamiati dengan bitha ( sebagai anak jalanan)  Pukul 09.45 pagi
Tanya : maaf de kakak boleh minta waktunya bentar ngga de, kakak mau nanya nanya sama ade nich ?......
Jawab : oh boleh kak ( sambil dengan wajah yangf kebingungan) emang ada apa ya kak?.....
Tanya : kita duduk dulu yuu de?...
              Kalau kakak boleh tau nama lengkap ade siapa de ?
Jawab :  bitha Amelia kak
Tanya : ade masih sekolah atau ngga de ?
Jawab : ( muka bitha berubah jadi sedih ) ngga kak ….
Tanya : umur nya ade berapa de?
Jawab : e..e…e.. 16 tahun kak ( sambil menunduk )
Tanya : maaf nich de kalau kakak boleh tau kenapa ngga sekolah de ?
Jawab : ( matanya merah ) karena orang tua ku su.. su…sudah meninggal kak, trus emang aku juga harus member….i kebutuhan kepada ade ade ku kak….ee (1) (2)
Tanya : kalau kakak boleh tau lg nich ade nya ada berapa de ?...
Jawab : heemmm ada 3 kak.
Tanya : oh tiga de, dengan ade ngamen dijalanan ini apa cukup untuk memenuhi kebutuhan ade dan ade adeknya ?...
Jawab : sebenarnya sii ngga kak eee…ee..ee  ( menggaruk garuk kepala ) tapi emang harus di cukupkan kak (nunduk) (3)
Tanya : sehari biasanya ade dapet berapa de?
Jawab : (sedih ) dikit kak
              Cuma 10.000 kak itupun kadang kak kadang banyak kadang sedikit kak (2)
Tanya : gitu de… menurut ade ni pemerintah Indonesia sendiri memperhatikan anak jalanan ngga de ?
Jawab : ( mukanya semangat ) menurut aku kak sama sekali ngga ada kak karena pemerintah sendiri ngga pernah membrikan bantuan kepada kita yang ada di sini kak. (5) (6)
Tanya : tapi gini de bukannya disini ada rumah singgah yang didirikan pemerintah de itu gimana de?
Jawab : ya emang ada kak… tapi  (dia tidak mau menjawab ) eee… (7)
Tanya : ayoo lah de jawab aja maaf ni kakak maksa hehehe?
Jawab : tapi kita ngga nyaman disana kak… karena hehhe terlalu banyak orang nya kak.. (8)
Tanya : ohh gitu ya de .. sebenarnya ade sendiri nich pingin ngga sekolah de ?....
Jawab : pingin si kak .. e..e..ee kadang iri melihat anak anak yang lain sekolah kak yang se umuran kak.. orang yang punya banyak uang kak. (7)
Tanya : ni de biasanya kalau ngga punya uang hal pertama yang ade lakukan ngamen apa cari alternatif lain de ?
Jawab : ngamen aja kak kadang langsung minta aja kak sama orang lain kak e…e…e kadang ada yang ngasih kak.. lumayan hasilnya hehhehe (8)
Tanya : ade dan anak anak yang lain pernah ngga mengeluh kepada pemerintah gitu de?
Jawab : ngga kak… e..e..e lagian males kak hemmm lagian kalau di adukan juga ngga langsung mereka bisa bantu kak. (11)
Tanya : ohh ya wudah de trimakasih ya de… ade udah mau kita Tanya ngga masalh kan de
Jawab : ya ngga apa kak .. aku juga seneng kak…heheheheh ( tertawa bareng )..
Wawancara jamiati dengan Responden anak jalanan ke-2 Pukul 10.13 pagi
Tanya : maaf de kakak boleh minta waktunya bentar ngga de, kakak mau nanya nanya sama ade nich ?...... kakak ada tugas untuk wawancara sama ade ?
Jawab : hemmmm boleh kak ( dia ling lung )…
Tanya : kita duduk dulu yuu de?...
              Kalau kakak boleh tau nama lengkap ade siapa de ?
Jawab :  siti aminah kak hehe panggil aja siti kak.
Tanya : ade masih sekolah atau ngga de ?
Jawab : ahhhh ngga kak (1)
Tanya : umur nya ade berapa de?
Jawab : udah 18 tahun kak heheh e tua ya kak… Kakak namanya siapa kak ?
Tanya : nama kakak jamiati de hehee….. maaf nich de kalau kakak boleh tau kenapa ngga sekolah de ?
Jawab : malez kak…. Lebih seneng seperti ini kak…hehemmm (1) (8)
Tanya : kalau kakak boleh tau ibu sama bapak masih ada ngga de ?
Jawab : ada ka e..e..e tapi mereka ngga pernah perhatian kak (1)
Tanya : emang orang tuanya kerja apa de?
Jawab : ngga tau lah kak sibuk mulu 2 duanya ya gitu lah kak ( liat sana sini ) (1)
Tanya : trus ngamen buat apaan de ?
Jawab : pingin seneng seneng aja kak e…ee…ee
Tanya : menurut kamu ni de ada ngga bantuan untuk anak jalanan dari pemerintah.
Jawab : bnatuanya ya begitu aja kak ….hahhaa pemerintah Indonesia berkata kata aja kak ngga pernah langsung membrikan bantuan kak (4) (6)
Tanya : bagus de hehhe… uang hasil ngamen kamu de buat siapa kana de  udah punya uang ?
Jawab : buat di kasih ke orang lain lg kak emmmm hehe
Tanya : ka n pemerintah sudah membuat rumah singga ya de buat anak jalanan ade pasti tau lah itu bukannnya udah bagus ya de ?
Jawab : sebenarnya sii bagus kak Cuma seharus kalau bisa lebih bagus lagi kak ( menggaruk kepala dan berkata : kayak mensos aja aku hehehe) (4) (5)
Tanya : ohh gitu ya de .. sebenarnya ade sendiri nich pingin ngga sekolah de ?....
Jawab : udah malez kak sekolah … hehehe ( berkata : kayak orang bener ) heheee
Tanya : ni de biasanya kalau ngga punya uang hal pertama yang anak jalanan  lakukan ngamen apa cari alternatif lain de ?
Jawab : nyuri juga bisa kak kalau udah mepet kak..
Tanya : ade dan anak anak yang lain pernah ngga mengeluh kepada pemerintah gitu de?
Jawab : nggak kak ngapain ngeluh kak mending mandiri aja kak….
Tanya : ohh ya wudah de trimakasih ya de… ade udah mau kita Tanya ngga masalh kan de
Jawab : hehhe ohh ngga apa kak saya juga seneng kak semoga pemerintah terketuk hatinya kak aminnnnnnn. (9)

Wawancara jamiati dengan angga Responden anak jalanan ke -3 Pukul 12.45 siang
Tanya : haloo  maaf banget bg kita boleh ngobrol ngga bg ?
Jawab : boleh ( melihat kesana sini ) kenapa ?
Tanya : kalau kita boleh tau ni nama lengkap nya siapa ?
Jawab : angga syahputra . panggil aja angga kak
Tanya : ohh angga gini ga kita ada tugas untuk mewawancarai anak jalannan nggga apa kan ga?\
Jawab : ya .. ya bolehhhh hehhe eccc pake uang hehe
Tanya : ya tenang aja masalah itu gampang hehe .
            Masih sekolah atau tidak nii?
Jawab : gimana ya smp doang sekolah .. eee
Tanya : emang kalau kita boleh tau kenapa ngga sekolah ?
Jawab  : ngga punya uang gimn mau sekolah eeeeeemm ( menunduk)
Tanya : umur nya berapa angga ?
Jawab : 19 tahun hehe
Tanya : ohhh sama kita angga .
            Orang tua angga ada nggak ?
Jawab : ada Cuma emang ngga ada uang kak heeemmmm
Tanya : kalau ngamen sehari dapet berapa de ?
Jawab : ya…………. Hhh Cuma berapa kak sedikit lah kak
Tanya : sekitar berapa de? Trus cukup ngga buat sehari ?
Jawab : pass pasan lah kak ya kadang 10.000 kadang 5000 kak.. ohh Tanya : cukup ngga de engga cukup lahhh eeeee tapi ntar buat makan aja … seadanya buat nasi aja. (2)
Tanya : berapa bersaudara angga … biar kita ntar mampir sama keluarganya ?
Jawab : heksss ( angga batuk ) Cuma 2 sii tingga sama ibu aja trus ade satu..
Tanya : pemerintah ka nada yang sosial tau kan angga tau ngga?
Jawab : ya tau lahhhhh gini gini tau sambil ketawa ( hahahha)
Tanya : pemerintah itu ada yang membuat rumah singga h kan kenapa ngga tinggal disana angga dari pada disini ?
Jawab : kalau disan a kita ngga bebas ahhh malezzz juga .(6) (9)
Tanya : menurut kamu nii baek ngga kalau pemerintah udah mau mendirikan rumah singgah?
Jawab : bagus bagus aja lahhhhhh … makan juga ada. (5)
Tanya : kita permisi dulu ya angga lain kali kita ketemu maaf ya udah ganggu
Jawab : santai aja hhheheh daddadaada

FOLA UMUM DARI HASIL WAWANCARA DENGAN
ANAK JALANAN

(1)   (1)(1)
Ternyata orang tua dari responden sudah meninggal dunia menyebabkan ketidak pedulian terhadap pendidikan
Ternyata siti aminah ini tidak ada keinginan untuk mendapatkan pendidikan
Tidak ada perhatian orang tua menyeabkan pendidikan tidak penting
(2)   (2)
Hasil yang didapat dari ngamen tersebut sama sekali tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup si pengamen.
(3)   (3) (3)
Hasil yang didapat oleh pengamen bervariasi kadang rendah kadang ada kadang tidak.
(4) (4)

Anak jalanan menganggap tidak ada kepedulian terhadap mereka dari pemerintah.
Pemerintah tidak pernah memberikan bantuan kepada mereka.
(4)   (5) (5)
Tapi secara tidak sadar bantuan pemerintah itu ada tanpa banyak anak jalanan sadari akan hal itu.
(6)   (6) (6)
Walaupun ada bantuan dari pemerintah tetapi ternyata mereka tidak nyaman akan hal yang diberikan oleh pemerintah tersebut.
(7)
Secara tidak langsung ternyata anak jalanan itu ada kepedulian untuk bersekolah seperti teman-temannya yang lain.
(8)(8)
Ngamen menjadi kebiasaan bagi mereka selain itu mereka juga bisa lebih terhibur dengan ngamen.
(9)(9)(9)
Anak jalanan punya keyakinan kalau pemerintah itu tidaka bisa memberikan bantuan terhadap mereka.

Wawancara rivai dengan responden 2 bapak bambang
Dengan bagian humas mensos
Tanya : maaf pak kita ganggu waktunya pak boleh pak ?
Jawab : ohhh boleh saya bapak bambang.
Tanya : kita ada tugas nii pak . kita dari universitas muhammadiyah Jakarta pak kita ganggu waktu istirahat bapak.
Jawab : ya ngga apa apa eee kenapa ade ade kesini?
Tanya : kita mau mau nanya aja pak tentang anak anak jalanan pak?
Jawab : ohhh yayaya Tanya aja de
Tanya : kan sekarang ini di Jakarta khususnya semakin lama anak jalannan semakin banyaak itu bagaimana menurut bapak?
Jawab : yaaahhh emang semakin  banyak bahkan dari luar daerah juga banyak yang dating kejakarta jadi anak jalannan provesinya banyak juga yang ngamen.. eeee (1)
Tanya : mekanisme seperti apa yang sudah dilakukan pak suapaya anak jalanan ngga terlalu banyak pak ?
Jawab ; banyak ya de yang sudah dilakukakan Cuma mereka sendiri yang ngga terlau peduli dengan kehidupan mereka de. (3) (2)
Tanya : maksud bapak ngga terlalu peduli pak kan mereka mempertahankan hidupnya pak ?
Jawab : yak  kan kita liat lah de e..ee….e kita sudah membuatkan rumah singgah dan ada lagi yang lain tapi mereka ngga mau menempati rumah itu de tau lah anak jaman sekarang hehe rumah singga itu kita memberikan pembinaan dan keterampilan kepada meereka. (4)
Tanya : menurut bapak mekanisme seperti itu bisa membaik pak ?
Jawab : membaik lah de eeee karena dari pembuatan rumah singgah tersebut  mental dan keterampilan mereka, aklak juga berhasil dimana sebelum mereka dilanjutkan ke jenjang pendiidkan  gitu de…(5)
Tanya : apa menurut bapak anak jalnaan tersebut nyaman berada dalam rumah singgah tersebut pak ?
Jawab : kalau menurut kita sii berhasil de karena kan disitu yang seperti katakana tadi de disitu kita bina keterampilan mereka. Hasil survey juga lah de membuktikannnya (6)
Tanya : menurut bapak nii berapa % yang baerhasil? Trus yang berhasil melanjutkan ke jenjang pendidikan berapa % pak ?
Jawab ;  hasil survey membuktikan itu sebanya 6,3 % anak jalanan itu bersekolah de trus 4,6 tidak bersekolah de cumin kita akan terus berusaha merealisasikan bagaimana mereka bisa bersekolah kembali seperti anak jalanan yang bersekolah de.
Tanya : kalau menurut bapak anak jalanan mengganggap mekanisme tersebut baek ngga pak ?
Jawab : kebijakan yang baek de karena sudah banyak anak jalanan yang bersekolah mereka e…eee.. mereka sudah bisa diperdaya kan dalam hal kemajuan Negara. (7)
Tanya : lebih banyak anak jalanan punya keluarga atau tidak pak?
Jawab : namanya juga anak jalanan de masih anak anak kebanyakan kalau punya pacar ya hehhehe tapi kalau keluarga (minoritas de ) mayoritas belum berkeluarga de.
Tanya : anak jalanan sendiri sering ngga pak mengeluarkan keluhan kepada bapak bapak yang ada disini gitu pak ?
Jawab ; e…e..e tidak de  karena didikan yang mereka dapatkan berhasil  membimbing meaka ehhh mereka seperti akhlak, mental, moral mereka, menjadi anak anak yang berpendidikan dan dia itu berpikir panjang sehingga menjadikan mereka sebagai anak yang mandiri . gitu itulah kebijakan yang berhasil merealisasikan anak jalanan sehingga mereka menjadi anak yang terdidik dan tidak putus sekolah …. E..e…e meskipun 4,6 % belum terealisasikan tapi 6,3 nya sudah terrealisasikkan artinya anak jalanan sekarang ini mayoritas sudah berpendidikan disebut juga tidak putus sekolah. (8)
Tanya ; pak trimaksih pak ya sudah memberikan waktunya pak kita permisi pak
Jawab ; ya de di manfaat dengan baek de apa yang kalian dapat disini de.. oke hehe


POLA UMUM WAWANCARA BERSAMA BAPAK BAMBANG MULYADI
(1)
Peningkatan jumlah anak jalanan saat ini di Jakarta sangat banyak sekali hal yang sangat memusingkan
(2)

Sudah banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mrngatasi hal masalah anak jalanan.
(3)
Tidak ada kepedulian anak jalanan terhadap apa yang sudah diberikan oleh pemerintah
(4)
Rumah singgah yang sengaja diberikan oleh pemerintah yang menyediakan berbagai pelajaran tapi tidak ada feed back yang baik dari anak jalanan
(5)
Dalam rumah singgah yang dibuat oleh pemerintah dapat membuat mereka mempunyai akhlak yang baik
(6)
Keberhasilan dari cara yang dilakukan oleh pemerintah itu dapat dilihat dari hasil survey yang ada.. sekarang ini
(7)
Kebijakan yang baik yang diambil oleh pemerintah dengan banyaknya anak yang sudah berpendidikan dari kalnagn anak jalanan.
(8)
Dengan bimbingan yang diberikan anak jalanan tidak mau mengeluarkan keluhannya mereka bahkan bisa hidup mandiri




BAB IX
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.      Setelah kami melakukan wawancara ternyata mekanisme yang dilakukan pemerintah terhadap anak jalanan yang putus sekolah itu sudah banyak yang pemerintah lakukan dari mulai memberikan rumah belajar bagi mereka yang putus sekolah namun mereka sendiri yang tidak mensyukuri dan sebagian mereka tidak mematuhi pertauran main yang telah dibuat oleh pemerintah yang justru baik baut mereka.
2.      Ternyata dari banyaknya mekanisme yang dilakukan pemerintah tersebut sudah berjalan dengan baik apabila ada respon yang baik dari anak jalanan sendiri. Dan mekanisme dari anak jalanan juga ada yang baik ada yang negatif.
3.      Banyak mekanisme yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi anak jalanan supaya tidak meningkat dengan hasil survey membuktikan bahwa anak jalanan yang sudah berpendidikan sudah 6,3 % dan yang belum berhasl menyambung ke pendidikan karena hal didikan yang mereka dapat yang kurang bagus itu sebesar 4,6 % dengan hasil ini bisa dikatakan pemerintah berhasil mengubah anak jalanan menjadi anak kebanggaan bangsa dan Negara.
4.      Anak jalanan itu tidak ada kepedulian terhadap pendidikan menurut hasil survey yang kami lakukan dalam penenlitian ini. Dan bantuan yang pemerintah yang diberikan mereka tidak mau menyadari akan itu rumah belajar yang pemerintah berikan mereka merasa tidak nyaman berada disana.
Saran
kita tidak boleh menyatakan kalau pemerintah itu tidak ada kepedulian terhadap anak jalanan ternyata setelah kami melakukan penelitian ini kami menyadari bahwa banyak mekanisme yang dilakukan pemerintah untuk membantu anak jalanan.





DAFTAR PUSTAKA
Budiarjdo Mariam, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, PT Geramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Arikunto Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta.
Maryati Kun, 2001, Sosiologi Jilid 2, Jakarta, Esis
http: //thinkquantum.wordpress.com/2009/11/02/keterbukaan-dan-keadilan-dalam-..................pemerintahan/










Tidak ada komentar:

Posting Komentar